Berpikir dan Pengambilan Keputusan Dalam Poker

Berpikir adalah keasyikan terbesar setiap pemain poker. Pemikiran yang baik sangat penting agar seorang pemain dapat memenangkan permainan dan memenangkan pot. Dan hilangnya konsentrasi bisa berakibat fatal.

Apa yang dibutuhkan seseorang untuk mencapai pemikiran yang diperlukan untuk poker? Pertama adalah disiplin. Artinya seorang pemain harus bisa mengarahkan pikirannya pada apa yang seharusnya dipikirkannya. Ia tidak boleh membiarkan pikirannya memikirkan hal-hal yang tidak penting seperti dasi yang dikenakan lawannya tidak cocok dengan jaketnya sirmenang.

Yang kedua adalah objektivitas. Seorang pemain harus mengevaluasi peluang (peluang kartu, peluang investasi, peluang tepi) sebelum memilih untuk bertaruh, menaikkan, menggertak, atau melipat. Dia tidak boleh menaikkan gaji hanya karena dia kesal atau ingin membalas dendam.

Dan yang ketiga adalah kegigihan. Seorang pemain yang baik tidak boleh kehilangan konsentrasinya. Dia harus berusaha untuk tetap pada tingkat pemikiran yang tidak memungkinkan gangguan atau emosi yang kuat. Dia tidak boleh menghabiskan waktu berharga untuk menatap kartunya sebelum memutuskan apa yang harus dilakukan selanjutnya. Dia sebaiknya melihat sekilas lalu segera merencanakan strateginya. Karena itulah satu-satunya cara untuk membuat permainan poker bermanfaat bagi kantongnya.

Ada dua jenis pemikiran yang digunakan pemain bagus selama permainan poker. Ini adalah “berpikir objektif” dan “berpikir analitis”.

Pemikiran obyektif melibatkan perencanaan yang cerdik tentang tindakan apa yang harus diambil. Dia menilai potensi yang dimilikinya dan mempertimbangkan peluang investasi terhadap peluang yang ada. Dia merumuskan beberapa strategi tentang cara terbaik memenangkan pot sebesar mungkin. Dan dia tetap waspada terhadap perkembangan lebih lanjut yang akan membantunya memutuskan dengan lebih tepat strategi mana yang pada akhirnya akan dia gunakan. Sederhananya, berpikir objektif mirip dengan “berpikir ke depan”.

Pemikiran analitis berjalan seiring dengan observasi yang tajam. Tujuan dari berpikir analitis adalah untuk memahami kepribadian lawan. Analisis yang baik akan memudahkan pemain yang baik dalam menafsirkan tindakan atau pergerakan lawannya. Dari tindakan tersebut, pemain yang baik dapat menyimpulkan secara akurat tangan pemain lain.

Pemikiran analitis adalah yang terbaik ketika pemain tidak terlibat dalam permainan apa pun. Dia mempelajari lawan-lawannya, mencatat gerakan mereka dan menciptakan strategi masa depan.

Misalnya, salah satu lawan mempunyai kebiasaan unik yaitu menarik napas (mungkin untuk menenangkan diri) ketika ia mendapatkan tangan yang bagus dan menghembuskan napas (mungkin sebagai pengganti desahan) ketika tangannya patah. Pemain yang baik dapat mempengaruhi lawannya untuk melipat atau menggertak.

Lawan lainnya, ketika melakukan gertakan, ragu-ragu dan mengerucutkan bibirnya, lalu mendapat kenaikan gaji sebesar $20. Tergantung pada tangan pemain yang baik, dia akan memutuskan apakah dia akan melakukan gertakan, melipat, atau membuat gertakannya sendiri.

Berpikir memang merupakan hal yang vital dalam setiap pengambilan keputusan di setiap permainan poker. Itu dapat membangun kendali. Itu bisa memenangkan pot. Dan apalagi, hal itu bisa membuat seorang pemain melupakan kegugupannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *